Minggu, 18 Oktober 2015

TEORI ORGANISASI NEOKLASIK DAN MODERN

TEORI ORGANISASI NEOKLASIK

Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Teori neoklasik mengubah, menambah, dan dalam banyak hal memperluas teori klasik. Teori neokklasik menekankan aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun kelompok. Berbeda dengan teori klasik yang menekankan pada struktur, tata tertib, organisasi formal, faktor-faktor ekonomi dan rasionalitas tujuan.

PERKEMBANGAN TEORI NEOKLASIK
            Teori neoklsik muncul dan “mengusulkan” perubahan-perubahan pada teori klasik, sejak diperkenalkannya ilmu ttentang prilaku manusia. Pendekatan neoklasik mencakup uraian sistematis organisasi informal, dan pengarihnya pada organisasi formal. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Hawthorne dan tulisan Hugo Munsterberg.

A. HUGO MUNSTERBERG
            Selain melalui bukunya “Psychology and Industrial Efficiency” yang menjembatani perkembangan teori neoklasik, Hugo Munsterberg juga mengembangkan metode-metode tes psikologis ilmiah untuk mencari karakteristikk fisik dan mental individu yang cocok dengan kebutuhan suatu jabatan. Munsterberg menekaknkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial dan bidaya tehadap organisasi.

B. PERCOBAAN-PERCOBAAN HAWTHORNE
            Percobaan dimulai tahun 1924 di pabrik Hawthorne milik perusahaan Western Electric di Dicero, dekat Chicago. Percobaan pertama dilakukan untuk meneliti pengaruh perbadaan tingkat penerangan dalam pekerjaan terhadap produktivitas kerja atau efisiensi para karyawan.  Naiknya tingkat penerangan menaikkan tingkat produktivitas kerja. Namun pada kelompok kerja yang diawasi meskipun tanpa menaikkan pencahayaan juga mengalami kenaikan produktivitas. Percobaan pertama ini menunjukkan bahwa disamping kondisi kerja fisik, ada hal lain yang dapat mempengaruhi prilaku karyawan.
            Percobaan kedua dimulai April 1927 ini melibatkan kelompok kecil pekerja, yang terdiri dari enam orang gadis pekerja pada perakitan listrk. Para pelaksana riset memisahkan keenam gadis itu dari para pekerja lainnya, mereka diperkerjakan pada suatu ruangan khusus. Perubahan dilakukan secara periodik, istirahat, jam makan siang, jam kerja dan sebagainya ditambah dan dikurangi secara periodik. Dan ternyata produktivitas kerja tetap naik. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa hhubungan sosial manusia di antara paara pekerja, peneliti dan penyelia lebih penting dalam menentukan produktivitas, moral pekerja yang tinggi akan menaikkan produktivitas kerja.  Dorongan akan efisiensi harus ditopang oleh pemahamamn akan faktor manusiawi dalam kerja.
            Percobaan terkahir dilakukan pada Novenber  1931, tujuannya untuk lebih memahami bagaimana norma-norma yang mengendalikan hasil kerja setiap organisasi dikembangkan oleh kelolmpok sosial para pekerja atau organisasi informal.
            Percooaan-percobaan Hawthorne menunjuukkan bahwa kegiatan kelompok kerja yang bersatu padu sangat berpengaruh terhadap opersi organisasi.

KRITIK DAN ‘USUL’ PERUBAHAN NEOKLASIK PADA TIANG DASAR ORGANISASI FORMAL
            Pengikut teori neoklasik membahahs kelamahn teori klasik namun tidak menentang.  Kritik dan perubahaan yang ‘diususlkan’ teori organisasi neoklasik adalah sebagai berikut :

1. PEMBAGIAN KERJA (DIVISIOO OF LABOR)
            Sejak pembagian kerja dilakukan, timbul masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi dimana tidak adanya pedoman kerja. Disamping itu orang menjadi bingung, takut bertanya dan merasa diabaikan. Ini mengakin=batkan timbulnya gejala depresionalisasi dan disfungtion, hingga orang tidak lagi kooperatif. Dan akibat adanyna pembagian kerja adalah spesialisasi yang mengakibatkan orang terpecah belah, merasa cemburu dengan ranng lain dan sebagainya. Teori neoklasik mengemukakan bahwa perlunya :
1.        Partisipasi setiap orang dalam proses pengambilan keputusan, agar merassa ‘terlibat’ dengan pekerjaannya dan berkepentingan dalam perusahaan.
2.        Perluasan kerja, sebagai kebalikan dari spesialisasi, agar orang menjadi tidak terlalu spesialis, tetapi dapat memperluas keahlian dibidang lain.
3.        Manajemen ‘bottom up’ yang memberikan kesempatan pada ‘para junior’ untuk  berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

2. PROSES-PROSES SKALAR DAN FUNGSIONAL
            Proses skalar dan fungsional menimbulkan masalah dalam pendegalasian wewenang dan tangung jawab. Teori klasik mengannggap bahwa wewenang cenderung sama dengan kapasitas ynag ditunnhjukkan oleh fungsi-fungsi dalam organisasi. Menurut  neoklasik proses skalar dan fungsional ini adalah benar secara teotistik, namun dalam prakteknya cenderung memburuk. Neoklasik menyatakan bahwa, kapasitass dan kekuasaan tak dapat dikompensasikan, karena bukan merupakan satu-saatunya hubungan, ada faktor-faktor lain yang erlu diperhatikan terutama hasil kegiatan “kaki-tangan manusia”.

3. STRUKTUR ORGANISASI
            Teori neoklasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran internal diantara orang-orang yang melaksanakan funsi yang berbeda-beda, biasanya terjadi antara ini dan staf. Memnurut Melville Dalton penyebabnya adalah :
1.        Perbedaan tugas antara orang lini dan staf, orang lini lebih teknis dan generalis sedangkan orang staf spesialis.
2.        Perbedaan umur dan pendidikan, orang staf lebbih muda tapi lebih berpendidikan.
3.        Perbedaan sikap, staf harus membuktikan eksistensiny adan merassa selalu di baewah perintah orang lini, namun orang lini curiga bahwa orang staf ingin memperluas kekuasaannya.

4. RENTANG KENDALI
            Menurut neoklasik penentuan rantang kendali sangat bergantung pada perbedaan individu dalam kemampuana manajemennya, tipe orangnya, efektivitas komunikasi, fungsi pengawasan formal, serta derajat sentralisasi. Nenoklasik menawarkan pengawasan bebas demokratis, sedang klasik memilih pengawassan ketat.


PANDANGAN NEOKLASIK TERHADAP ORGANISASI INFORMAL
            Titik tekanan teorii neoklasik adalah dua elemen pokok dalam organisasi yaitu prilaku individu dan kelompok kerja. Standar dan norma-norma kelompok informal dapat menyebabkan tidak jalannya kebijaksanaan organisasi fformal. Usaaha yang harus dilakukan manajer adalah mengembangkan suatu hubungan kerja sama dengan organisasi informal. Faktor-faktor yang dapat menentukan munculnya organisasi informal :
1.        Lokasi, untuk membentuk  suaatu kelompok, harus mempunyai tatap muka yang ajeg
2.   Jenis pekerjaan, manusia yang mempunyai pekerjaan yang sama cenderung membentuk kelompok bersama.
3.    Minat, perbedaan minat antara orang di organisasi akan menjelaskan alasan munculnya beberapa organisasi informal.
4.        Masalah-masalah khusus

Teori Organisasi Modern

            Aliran besar  ketiga dalam teori organisasi dam manajemen adalah teori modern atau disebut juga analisa system pada organisasi. Teori modern melihat semua unsure sebagai satu kesatuan. Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan erat dengan lingkungan yang stabil tetapi organisasi adalah suatusistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya.

Dasar Pemikiran Teori Organisasi Modern
            Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950. Teori modern dengan tekanan pada perpaduan (synthesis) dan perancangan (design), menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
            Teori modern biasa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen umum yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju. Ini dilakukan dengan memandang organisasi sebagai suatu proses dinamis yang terjadi dengan dan dalam hal-hal yang umum, dikendalikan oleh sruktur.
            Teori modern menyebutkan bahwa kerj suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multi variable, dan probabilistic. Sebagai suatu system, organisasi terdiri atas 3 (tiga) unsur ,yaitu :
1.      Unsur struktur yang bersifat makro
2.      Unsur proses yang juga bersifat makro
3.      Unsur perilaku anggota organisasi yang bersifat mikro.
Ketiga unsur diatas saling kait-mengait dan sebenarnya tak terpisahkan satu sama lain.

Teori Sistem Umum
            Teori system umum merupakan suatu aspek analisis organisasi yang berusaha untuk menemukan kaidah-kaidah umum organisasi yang berlaku universal. Tujuan teori system umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh system sebagai titk awal.
            Ada beberapa tingkatan system yang harus diintegrasikan. Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat-tingkat system sebagai berikut :
1.      Struktur static
2.      Sistem dinamik sederhana
3.      Sistem sibernetik
4.      System terbuka
5.      System genetika social
6.      System hewani
7.      System manusiawi
8.      System social
9.      System transdental
Konsep sistem ini menjadi dasar utama analisa organisasi akan teori organisasi modern. Teori organisasi modern mempunyai kesamaan dengan teori system umum dalam cara memandang organisasi sebagai sesuatu yang terintegrasi.

Teori Organisasi dalam Suatu Kerangka Sistem
            Teori organisasi modern adalah multidisipliner yang konsep-konsep dan teknik-tekniknya dikembangkan dari banyak bidang studi. Teori modern berusaha untuk memberikan sintesa yang menyeluruh bagian-bagian yang berhubungan dengan semua bidang studi tersebut untuk mengembangkan suatu teori organisasi yang diterima umum. Hal ini sering disebut analisa system pada organisasi.
            Factor-faktor yang membedakan kualitas teori organisasi modern dengan teori-teori lainnya adalah dasar konseptual – analitiknya, ketergantungannya pada data riset empiric, dan di atas semuanya, sifat pemaduan dan pengintegrasikannya. Kualiatas-kualitas ini merupakan kerangka filosofi yang diterima sebagai suatu cara untuk mempelajari organisasi sebagai suatu system.


sumber : Buku Perncanaan & Organisasi Perusahaan oleh Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com

Materi lanjutan : klik di sini

Rabu, 24 Juni 2015

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP



A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.

Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.

2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara.

3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Unsur – unsur yang terdapat pada pandangan hidup adalah sebagai berikut :

1· Cita-cita
sering kali diartikan sebagai angan angan, keinginan, kemauan, niat atau harapan. Cita-cita merupakan pandangan masa depan atau merupakan pandangan hidup masa depan.

2· Kebajikan atau kebaikan 
pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah laku, karena tingkah laku bersumber dari pandangan hidup.

3· Usaha adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita(tujuan), kerja keras dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani ataupun dengan kedua-duanya.

4· Keyakinan/kepercayaan/keyakinan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan tuhan.



B. PENGERTIAN KEBIJAKAN

KEBIJAKAN adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku, kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin memperoleh hasil yang diinginkan. Kebijakan atau kajian kebijakan dapat pula merujuk pada proses pembuatan keputusan-keputusan penting organisasi, termasuk identifikasi berbagai alternatif seperti prioritas program atau pengeluaran, dan pemilihannya berdasarkan dampaknya. Kebijakan juga dapat diartikan sebagai mekanisme politis, manajemen, finansial, atau administratif untuk mencapai suatu tujuan eksplisit.



C. KEYAKINAN dan KEPERCAYAAN

KEYAKINAN adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpilkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. KEPERCAYAAN adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar.

Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :

1. Aliran naturalisme; hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada.

2. Aliran intelektualisme; dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan piker (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi, teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal dengan kata lain ilmu dan teknologi. Pandangan hidup ini disebut liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah lakudan perbuatannya itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang berakal atau berilmu dapat menguasai individu yang berpikir rendah.

3. Aliran gabungan; dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabial aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.



D. CONTOH KASUS


Nurul Amal

Keberadaan aliran sesat yang menamakan diri Nurul Amal di Lampung Utara meresahkan warga pada 2011. Selain tidak mewajibkan puasa, aliran ini juga menghalalkan istri pengikutnya dicabuli oleh guru besar ajaran ini.

Para pengikut Nurul Amal ini bersama guru besarnya R Hamdani sempat nyaris dihakimi massa karena lantaran sang guru tertangkap basah sedang mencambuk salah seorang pengikutnya di Masjid Nurul Amal Desa Kalicinta Kecamatan Kotabumi Utara.

Para pengikut Nurul Amal sempat disidang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampura. Diketahui Yayasan Nurul Amal mengajarkan kepada pengikutnya untuk melakukan salat malam dan mengunjungi tempat keramat tertentu guna mencari wangsit.

Bagi pengikutinya yang telah mendapatkan wangsit maka akan menyandang status Aulia (wali). Ajaran ini juga tidak mewajibkan pengikutnya berpuasa.

Parahnya, guru besar Nurul Amal menghalalkan bahkan mengharuskan pencabulan terhadap istri-istri pengikut ajaran Nurul Amal. Aksi pencabulan yang dilakukan oleh guru besar R. Hamdani direlakan oleh para suami.



sumber :
Diktat Gunadarma Ilmu Budaya Dasar
http://thejoker-indra.blogspot.com/2013/05/pengertian-pandangan-hidup.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Keyakinan_dan_kepercayaan
https://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi





Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan



Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda –beda. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain.
Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.
Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.


Siksaan

Penderitaan biasanya di sebabkan oleh siksaan. Baik fisik ataupun jiwanya.Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatupemerintah.Arti siksaan, siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat psikis, kebimbangan, kesepian, ketakutan.

Siksaan Yang Sifatnya Psikis :

  • Kebimbangan, memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih. 
  • Kesepian,merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. 
  • Ketakutan, adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. 
3 macam siksaan :
  1.  Kebimbangan. Kebimbangan terjadi ketika seseorang tidak dapat mengambil keputusan untuk memilih salah satu yang bagus atau baik untuk dirinya dari beberapa pilihan yang telah ada di pikiran nya,namun beberapa orang yang memegang teguh prinsip hidupnya maka akan lebih singkat dalam memilih pilihan yang ada dan bahkan ia pun tidak merasa bimbang 
  2. Kesepian,Kesepian berasal dari kata sepi yang bisa diartikan seperti sendiri,tidak mempunyai teman atau sahabat,tidak ada suara dsb.Orang yang mengalami kesepian biasanya slalu merasa bahwa dirinya hidup di dunia ini tanpa teman yang bisa di ajak bicara atau bersosialisasi,salah satu faktor yang menyebabkan kesepian yaitu kurang nya pergaulan akhirnya membuat dia malu untuk bersosialisasi dengan teman dan orang sekitarnya,berujung pada rasa kesepian 
  3. Ketakutan.Rasa takut slalu menjadi perasaan yang menyiksa bathin si penderita nya.selama seseorang tersebut merasa ketakutan,orang tersebut merasa sangat menderita dan berfikir akan melakuakn apapun agar ia bisa lepas dari rasa takutnya,menurut saya rasa takut jika di biarkan maka lama kelamaan akan berujung pada kekalutan mental,bahkan bisa menjadi gangguan kejiwaan atau GILA.


Kekalutan Mental

Kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi atau gila. Karena itu orang yang mengalami kejatuhan atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat di sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau bahkan teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup.

Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut ;
  •  Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung.
  • Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.

Tahap-Tahap Gangguan Kejiwaan
  • Gangguan kejiwaan akan nampaak dalam gejala-gejala kehidupan penderita, baik pada jasmani maupun rohaninya.
  • Usaha mempertahankan diri dilakukan dengan cara negatif (escape mechanism), yaitu mundur atau lari (menghindarkan diri), sehingga cara bertahan dirinya tentu salah. Hal ini akan berbeda apabila terjadi pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan, yang apabila menghadapi pesoalan justru akan segera memecahkan persoalan sehingga tidak menekan perasannya. Jadi, bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan (problem solving).
  • Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown), dan yang bersangkutan mengalami disorder (tidak semestinya atau gangguan).

Sebab-Sebab Timbulnya Kekalutan Mental

  • Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang berangsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang melankolis.
  • Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi, misalnya orang dari pedesaaan yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
  • Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah diri yang lari ke alam fantasi.

Proses-Proses Kekalutan Mental

  • Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang akan dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup. Misalnya, melakukan shalat Tahajud bagi umat Islam waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, atau melakuka kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan (Dalam pepatah dikatakan; Hendaknya jatuh tupai janganlah sampai jatuh tapai!).
  • Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustrasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.

 Bentuk frustrasi yang dialami orang dewasa antara lain sebagai berikut :
  • Agresi, serangan berupa kemarahan yang meluap akibat emosi yang tidak terkendalikan. Secara fisik berakibat mudah terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi), atau melakukan tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
  • Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung dan merusak barang-barang.
  • Fiksasi, peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri dan membentur-benturkan kepala pada benda keras.
  • Proyeksi, usaha mendapatkan, melemparkan atau memproyeksikan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain. Kata pepatah : awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkat.
  • Indentifikasi, menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasi, misalnya dalam kecantikan, yang bersangkutan menyamakan dirinya dengan bintang film, atau dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
  • Narsisme, self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
  • Autisme, gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak ingin berkomunikasi dengan orang luar, dan merasa tidak puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus pada sifat yang sinting.

Penderita kekalutan mental lebih banyak terdapat dalam lingkungan :
  •  Kota-kota besar banyak memberikan tantangan-tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa dikejar-kejar dalam memenuhi keperluan hidupnya. Akibatnya, sebagian orang tidak mau tahu penderitaan orang lain, timbullah egoisme yang merupakan salah satu ciri masyarakat kota.
  •  Anak-anak usia muda tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau diidam-idamkan, karena tidak berimbanganya kemampuan dengan tujuannya, dan karena belum berpengalaman. Orang-orang usia tua pun sering mengalami penderitaan dalam kenyataan hidupnya, akibat norma lama yang dipegangnya secara teguh sudah tidak sesuai dengan norma baru yang tengah berlaku.
  • Wanita umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah dan memendamnya di dalam hati (introver). Namun, sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, sementara mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah. Hal ini mengakibatkan mereka banyak memendam masalah dalam hati, sehingga tidaklah mengherankan kalau kaum wanita banyak yang menjadi penderita psikosomatik (penyakit akibat gangguan kejiwaan) dari pada kaum pria.
  • Orang-orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi sehingga sikap pasrah pada umumnya tidak dikenalnya. Dalam keadaan yang sulit, orang seperti ini mudah sekali megalami penderitaan, diperkirakan bahwa jumlah penderita golongan ini mencapai 40 %.
  • Orang yang terlalu mengejar materi, seperti pedagang dan pengusaha, selalu memiliki sifat ‘gigiah’ dalam memperoleh tujuan kegiatanya, yaitu mencari untung sebanyak mungkin. Mereka adalah kaum materialis dan biasanya mengabaikan masalah spiritual yang justeru membuat seseorang pasrah pada saat-saat tertentu.


Penderitaan dan Perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik secara berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidupnya. Allah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.
Pembebasan dari penderitaaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan namun yang Tuhanlah yang yang menentukan hasilnya.


Penderitaan, Media Massa dan Seniman

Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud agar semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat mengunggah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Media massa adalah alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada asyarakat luas. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap anatara sesama manusia, terutama bagi mereka yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari karya tersebut.



Penderirtaan dan Sebab-sebabnya
  • Nasip buruk penderitaan ini karenakan perbuatan buruk manusia yang dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan nasip buruk dan takdir adalah jika takdir di tentukan oleh tuhan sedangkan nasib buruk penyebabnya Karena ulah manusia itu sendiri. Contohnya : penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan. Namun dengan kesabaran dan tawakal dan optimise merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
  • Kehilangan orang tua, setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan yang erat dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita jumpa dan sangat sedih tentunya .tapi kesedihan Karena penderitaan diharapkan tidak berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada tuhannya.
  • Kemiskinan , banyak orang yang mederita karena kemiskinan , merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan seseorang merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini di karena kan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan oleh tuhan.
  • Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan. 

Sumber :
Diktat Gunadarma Ilmu Budaya Dasar
https://rrachman.wordpress.com/2013/10/15/ibd-manusia-dan-penderitaan/




Kamis, 07 Mei 2015

Larutan Kimia

LARUTAN KIMIA






1.     Sifat Dasar Larutan
Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataupun ion dari dua zat atau lebih. Komposisi atau susunannya dapat beruba, maka disebutlah campuran. Disebut hoomooggen karena susunannya beegitu seragamhinggaa tidak dapat diamati adanya bagian-bagian yang berlainan.
            Larutan teerdiri dari zat pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelaarut adalah medium bagi zat terlarut yang dapaat berperan serta dalam reaksi kimia dalam larutan atau meninggalkan larutan karena apengendapan atau penguapan.

2.     Kelarutan
Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah ynag diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara zat pelarut yang terlarut dan yang tak terlarut. Kelarutan umumnnya dinytakan dalam gram zat terlarut per 100 mlpelarut, atau peer 100 gram pelarut pada temperatur tertentu. Jika kelarutan kurang dari 0,01 gr per 100 gr pelarut maka zat itu dikatakan tak larut (insoluble).
Jika jumlah zat terlarut yang terlarut kurang dari kelarutannya, maka larutannya disebut tak jenuh. Jika jumlah zat pelarut yang terlarut lebih banyak dari kelaarutannya, maka larutnnya disebut lewat jenuh. Larutan lewat jenuh lebih pekat dari larutan jenuh. Larutan lewat jenuh dibuat dengan cara membuat larutan jenuh pada temperatur yang lebih tinggi. Dengan catatanzat terlarut harus mempunyai kelarutan yang lbih besar dalam pelarut panas daripada pelarut dingin. Kemudian larutan itu didinginnkan dengan cara didiamkan untuk menghindari pengkristalan. Jika tidak ada solute yang terkristal selama pendingingan, maka larrutan dingin yang diperoleh adalah larutan lewat jenuh.
Larutan lewat jenuh merupakan suatu sistem metastabil. Larutan ini dapat dorubah menjadi larutan jenuh dengan menambahkan kristal yang kecil dari zat terlarut. Kelebihan molekul zaat terlarut (solute), akan terikat pada kristal inti dan akan mengkristal kembali.

3.    Konsentrasi Larutan
Konsentrasi larutan menyatakan banyaknya zat terlarut dalam sejumlah tertentu larutan. Konsentrasi larutan dinyatakan dalam molar (M), molal (m) atau normal (N).
a.    Persen massa (% b/b)
Persen massaa menyatakan perbandingan massa zat terlarut (solute) terhadap massa larutan
% solute = 100%
b.    Persen volum (%v/v)
Ppersen volume menyatakan perbandingan zat terlarut (solute) terhadap volume larutan
% solute = 100 %
c.    Persen massa/volum (%b/v)
Persen massa per volum menyatakan perbandingan massa zat terlarut terhadap volum larutan
%100%
d.    Persen volum/masssa (%v/b)
Persen volum/masssa menyatakan perbandingan volum zat terlarut trhadap masssa larutan
%100%
e.    Molaritas (M)
Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan
M = X
f.    Molalitas (m)
Molalitas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap kilo gram pelarut
m = X
g.    Normalitas (N)
Normalitas menyatakan jmlah ekuivalen zat terlarut dalam setiap liter larutan
N = x n x
h.    Ppm
Ppm menyatakan massa (Mg) zat terlarut dalam setiap kg larutan


4.    Larutan Berdasakan Daya Hantar Listriknya
Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dibagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit dan larutan non-ektrolit.
a.    Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
·         Laritan Elektrolit Kuat
Larutan yang mempunyai daaya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya di dalam pelarut, seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1). Yang tergolong elektro;it kuat antara lain adalah
Ø  Asam-asam yang kuat seperti HCl, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
Ø  Basa-basa kuat, yaitu basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti NaOH, KOH, Ca(OH)2 dan lain-lain.
Ø  Garam-garam yang mudah larut, NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain
Partikel-partikel yang ada dalam larutan elektrolit kuat adalah ion-ion yang berrgabung dengan molekul air, sehingga larutan tersebut daya hantar listriknya kuat. at adalah ion-ion yang bergabung dengan molekul air, sehingga larutan tersebut daya hantar listriknya kuat. Hal ini disebabkan karena tidak ada molekul atau partikel lain yang menghalangi gerakan ion-ion untuk menghantarkan arus listrik, sementara molekul-molekul air adalah sebagai media untuk pergerakan ion. Misalnya HCl dilarutkan ke dalam air, maka semua HCl akan bereaksi dengan air dan berubah menjadi ion-ion dengan persamaan reaksi berikut:
HCl (g) + H2O ( l ) H3O+(aq) + Cl(aq)
Reaksi ini biasa dituliskan:
HCl (aq) H+(aq) + Cl(aq)

·         Larutan Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1. Yang tergolong elektrol;it lemah antara lain :
Ø  Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain
Ø  Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain
Ø  Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain
Misalnya CH3COOH dilarutkan ke dalam air, maka sebagian CH3COOH akan terion dengan persamaan reaksi seperti berikut:
CH3COOH (s) + H2O ( l ) H3O+ (aq) + CH3COO(aq)
CH3COOH yang terion reaksinya biasa dituliskan:
CH3COOH (aq) H+ (aq) + CH3COO(aq)

Ion-ion yang telah terbentuk sebagian bereaksi kembali membentuk CH3COOH, sehingga dikatakan CH3COOH yang terion hanya sebagian. Reaksinya dapat dituliskan:
CH3COOH (aq) H+ (aq) + CH3COO(aq)
Partikel-partikel yang ada di dalam larutan adalah molekul-molekul senyawa CH3COOH yang terlarut dan ion-ion H+ dan CH3COO. Molekul senyawa CH3COOH tidak dapat menghantarkan arus listrik, sehinggga akan menjadi penghambat bagi ion-ion H+ dan CH3COOuntuk menghantarkan arus listrik.


b.    Larurtan Non-elektrolit
Larutan non- elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak meng-ion). Yang tergolong jenis larutan ini adalah larutan urea, larutan sukrosa, larutan glukosa, alcohol dan lain – lain.





Senin, 20 April 2015

MANUSIA DAN CINTA KASIH

MANUSIA DAN CINTA KASIH

I.        Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus bahasa Indonesia karya W.J.S. poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perrassaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Kata kasih mempeerkuat rassa cinta. Cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan.

Erich Fromm menyebutkan dalam bukunya seni mencinta, cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur mendasar teertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan.

·       Pengasuhan : Seorang Ibu dengan cinta kasihnya mengasuh anaknya sepenuh hati

·       Tanggung jawab  : suatu tindakan yang dilakukan sama sekali suka rela

·      Perhatian : memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya

·      Pengenalan : keinginan untuk mengetahui rahasia manusia

Dr. W. Sarlito berpendapat bahwa cinta memiliki tiga unsur, yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Keterikatan adalah adanya perasaan hanya bersama dia. Segala prioortass untu dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Keintiman yaitu aadanya kebiasaan-kebiassaan dann tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidakk ada jarak lagi. Kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.

Dalam bukunya Manajemen Cinta, Dr. Abdullah Nasih Ulwan mengatakan bahwasanya cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, kelembutan dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupan. Jika seseorang inngin memilikinya dengan dengan cara terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tenntu ia aka mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci lagi mulia itu.


II.     CINTA MENURUT AJARAN AGAMA




Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama, tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Disatu pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia. Dalam kehidupan manusia cinta menempakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya. Atau Allah dan Rasulnya berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci al-Qur’an.

  • CINTA DIRI
Cinta diri erat kaitanya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Diantara gejala yang menunjukan kecintaan manusia terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginanya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup (QS,al-“Adiyat,100:8), Namun hedaknya cinta manusia pada dirinya tidak lah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.

  •  CINTA KEPADA SESAMA MANUSIA
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainya,tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain. Al-Qura’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam serun itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebih-lebihan dalam mencintai diri sendiri

  • CINTA SEKSUAL
Cinta erat kaitanya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang,keserasian, dan kerja sama anatar suami dan istri. Ia merupakan faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga.

  •  CINTA KEBAPAKAN
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya.

  •  CINTA KEPADA ALLAH
Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduanya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat,pujian, dan doanya saja,cinta yang iklas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkanya dalam kehidupanya dan menundukan semua bentuk kecintaan lainya. Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada sekelilingnya mempunyai manifestasi dari tuhanya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spritualnya dan harapan kalbunya.

  •  CINTA KEPADA ROSUL
Cinta kepada rosul yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena rosul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku,moral,maupun berbagi sifat luhur lainya.



Cinta Menurut Agama Kristen (Protestan & Katholik)



1. Cinta adalah pencipta
2. keindahan terhebat (Tim 2:9-10)
2. Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)
3. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)



Cinta menurut Agama Hindu 



Cinta adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan terhadap suatu obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya terhadap suatu obyek. Obyek dari cinta kasih itu adalah semua ciptaan Sanghyang Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Esa.
Ciptaan Tuhan dapat digolongkan dalam tingkatan sesuai eksistensinya atau kemampuannya yaitu:
a. Eka pramana ialah makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa bayu/tenaga/ hidup, seperti tumbuh-tumbuhan.
b. Dwi pramana ialah makhluk hidup yang memiliki dua aspek kemampuan berupa bayu dan sabda/bicara, seperti hewan/binatang.
c. Tri pramana ialah makhluk hidup yang memiliki tiga aspek kemampuan berupa bayu, sabda dan ide/pikiran, seperti manusia.


Cinta menurut Agama Budha



Dalam Nikaya Pali, yaitu Dhammapada ada satu bab yang diberi judul Piya Vagga yang berarti kecintaan. Begitu pula dalam Majjhima Nikaya terdapat sutta yang berjudul Piyajatika Sutta yaitu khotbah tentang orang-orang tercinta.
Dalam Bahasa Pali juga ditemukan beberapa istilah cinta, seperti: piya, pema, rati, kama, tanha (jawa trenso), ruci, dan sneha yang memiliki arti: rasa sayang, kesenangan, cinta kasih sayang, kesukaan, nafsu indera (birahi), kemelekatan, dsb, yang terjalin antara dua insan berbeda jenis atau cinta dalam lingkup keluarga.



III. Kasih Sayang

Kasih sayang adalah perasaan cinta untuk saling menghormati, mengasihi, menyayangi semua makhluk ciptaan Tuhan.

Kasih sayang adalah faktor penting dalam suatu kehidupan. Karena jika kita memiliki cinta namun tidak berdasar pada kasih sayang, maka seseorang tersebut tidak mengerti apa itu cinta yang sesungguhnya, cinta terhadap makhluk ciptaan Tuhan. Maka perasaan cinta harus didasari oleh kasih sayang atau belas kasih. 
Tidak seperti cinta yang mudah hilang dan berganti dengan yang lainnya. Rasa sayang akan abadi, bahkan walaupun dalam beberapa kejadian merasa kesal dan bosan terhadap orang tertentu. Rasa sayang yang mendominaasi tidak akan akan terhapus. 


Kasih sayang yang tulus selalu punya sifat yang ikhlas dan lebuh banyak memberi dari pada menerima. Kepentingan diri sendiri sering di nomor duakan demi memberi kebahagiaan kepada orang yang dikasihi atau disayangi.


Setiap insan ingin dirinya disayangi dan menyayangi insan lain. Dengan merasakan kasih sayang tersebut, seorang insan bisa merasakan kebahagiaan yang hakiki. Apabila rasa sayang itu mulai luntur dan sifat dendam makin membesar, akan menjanjikan kehancuran. 


Kasih sayang mengajarkan banyak hal kepada manusia. Kasih sayang memberikan kepekaan kepada setiap insan untuk  senantiasa berbagi kasih terhadap sesama. Kasih sayang mampu mengubah banyak individu berubah kearah yang lebih baik.




IV. KEMESRAAN

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan pada dasarnya merupakan kasih yang telah mendalam. Kemesraan adalah hubungan akrab antara pria dan wanita atau suami dan istri. Kemesraan merupakan bagian hidup manusia. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan dari kasih sayang yang mendalam.

Seorang filsuf asal Rusia, Salvojef dalam bukunya makna kasiih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorng gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri,. Ia mulai hidup untuk orang lain". 

Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nillai cinta, yang berarti merusak martabat dirinya sendiri. Cinta yang berlanjut memberikan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat mnenciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. 

Kemesraan cinta tidak hanya terpatri di dalalm lbuk hati masing-maasing, tetapi juga memancar dari sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari-jemari mereka yang bergetar. 




V. PEMUJAN

Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia terhadap Tuhan. Kecintaan manusia terhadap Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupaan manusia. Hal ini dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupaan yang sebenarnya. Penyebab hal tersebut terjadi karena Tuhan pecipta alam semesta. Seperti dalam surat Al-furqan ayat 59-60 yang menyatakan: “dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apanya diantara keduanya dalam 6 rangkaian masa, kemudian dia bertahta diatas singgah sananya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepadaNya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui.” Selanjutnya ayat 60, “bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan yang Maha Pengasih.”



Kalau manusia cinta kepada Tuhan karena Tuhan sungguh maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kecintaan manusia itu dimanivestasikan dalam bentuk pemujaan atau sembahyang. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama,kepercayaan,kondisi dan situasi. Sembahyang dirumah, dimasjid, digereja,dipura,dicandi, bahkan ditempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan. Oleh karena itu, pemujaan ini sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal itu berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya,mohon perlindungan,mohon dilimpahkan kebijaksanaan,dsb.



Pemujaan dapat menimbulkan daya kreatifitas pecintanya dengan cara mencipta. Banyak kita temui Arca-arca yang menggambarkan dewa-dewa yang dipuja dalam kesenian pahat.



Seni tari pun ada pula yang bersifat mengagungkan nama Tuhan atau yang dianggap “Tuhan”. Misalnya Tari Sanghyang Dedari dan Tari Sangyang Jaran di Bali adalah Tarian yang bersifat Keagamaan. Tarian ini hanya ditarikan pada upacara agama, tidak boleh ditonton oleh para turis, penontonnya pun terbatas serta ditarikan pada dini hari tidak sembarang waktu



Dalam seni musik, banyak didendangkan lagu yang bersifat mengagungkan nama Tuhan. Lagu-lagu keagungan Tuhan bukan hanya terdapat dalam agama Kristen atau Katholik saja,Agama Islam,agama Hindu dan Agama Buddha pun mengenal lagu-lagu keagungan Tuhan. Bahkan lagu modern pun ada lagu yang mengagungkan nama Tuhan.



IV. CINTA KASIH EROTIS

Dalam cinta kasih persaudaraan merupakan cinta kasih antar orang yang sama dan sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadapa orang lemah yang tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara keduanya tetapi mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas hanya seorang saja. Berlawanan dengan 2jenis cinta kasih diatas adalah cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya.



Cinta kasih erotis seringkali dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Mulai dari pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba atau sementara saja. Cinta kasih erotis adalah rasa cinta yang dipenuhi oleh nafsu dan rasa ingin lebih memiliki lebih dan lebih sering diwujudkan melalui hubungan seksual. 

 Keinginan seksual dapat distimulasi, dirangsang oleh letakutaan karena sepi, oleh keinginan untuk menaklukkan atau  untuk ditaklukkan, oleh keangkuhan, oleh keinginan untuk menyakiti, bahkan oleh keinginan memusnahkan. Mereka yang mengalami cinta kasih erotis, sering kali mengatas namakan cinta untuk berhubungan seksual, padahal yang sebenarnya terjadi adalah mereka hanya menginginka secara fisis.


sumber : ebook Gunadarma

Rabu, 01 April 2015

UNRAVEL


Pagi, siang, sore, malam vroh. Kali ini gue mau berbagi lirik lagu salah satu anime terpopuler Jepang saaat ini yang berjudul Tokyo Ghoul. Awal gue denger lagu ini, kerasa banget goresan orang yang sudah putus asa, stress, yang sepertinya seluruh beban di dunia menumpuk di pundaknya. Seolah-olah ingin pergi menghilang dari dunia yang fana ini.

Animenya sendiri bercerita tentang adanya mahkluk pemengsa manusia yang disebut "Ghoul". Hal ini membuat para manusia sangat takut pada Ghoul. Ghoul-ghoul tersebut bertopeng dan identitasnya tidak ada yang tahu. Lalu pada suatu malam. Seorang mahasiswa universitas sebagai tokoh utama bernama Kaneki Ken, beremu seorang gadis yang juga gemar membaca seperti dirinya bernama Rize di sebuah café yang sering ia kunjungi dan ia tidak menyadari bahwa takdirnya berubah dalam satu malam… Tanpa diduga gadisnya itu adalah seorang ‘Ghoul’ dan nyawa Ken nyaris diincar oleh ‘Ghoul’ tersebut. Apa jadinya kalau organ tubuhnya Ken harus diubah demi menyelamatkan nyawa Ken?

Lagu yang berjudul "Unravel" ini dinyanyikan oleh "TK from Ling Tosite Sigure". Berikut lirik dan terjemahannya :

Oshiete oshiete yo sono shikumi wo
Boku no naka ni dare ka iru no ?
Kowareta kowareta yo kono sekai de
Kimi ga warau nani mo miezu ni

Kowareta boku nante sa iki wo tomete freeze
Kowaseru kowasenai kurueru
kuruenai
Anata wa mitsukete

Yureta yuganda sekai ni tatta boku wa
Sukitootte mienakunatte
Mitsukenai de boku no koto wa
Mitsumenaide

Dare ka ga kaita sekai no naka de
Anata wo kizutsuketaku wa nai yo
Oboete te boku no koto wa



Indonesia :
Katakan padaku, katakan padaku, cara kerjanya.
Siapa yang ada di dalam diriku ?
Di dalam sini Hancur, terus hancur, dunia ini.
Kau hanya tertawa, tanpa melihat hal itu.

Aku hanya sangat terluka, Aku menahan nafasku dan terdiam.
Terpecahkan, tak terpecahkan, Tergoyahkan, tak tergoyahkan
Ketika Aku menemukanmu.

Di dunia yang Gila ini, Aku berharap
Menjadi transparan dan menghilang.
Janganlah mencari diriku.
Jangan temukan Aku.

Aku tidak ingin menyakitimu di dunia
Dari imajinasi seseorang yang lain.
Namun Ingatlah siapa diriku.


Selain dengerin lagunya, sekalian baca manga dan tonton animenya...