Minggu, 14 Desember 2014

kisah lagu

Namaku adalah... ah, tak penting siapa namaku. Aku sperti remaja pada umumnya yang ingin merasakan apa itu cinta, bagaimana rasanya mencinta. Aku menyukai salah seorang gadis di seklolah, berbeda kelas memang. Selama kelas satu SMA, setahun penuh, aku melakukan pendekatan. Lama memang, itu karena aku adalah orang menyukai proses, bukan hasil. Oh ya, aku lupa mengenalkannya,  namanya Niah.
Dua tahun kujalani kisah indah bersama Niah, yah tak selamanya indah sih, sering juga kami bertengkar karena hal-hal sepele. Tapi, perihal itulah yang membuatku semakin yakin dengan Niah. Sampai akhirnya, hari kelulusan memberikan jarak pada kami. Meski masih dalam kota yang sama, berbeda tempat kuliah. Kami tetap sering  ketemuan, telpon-telponan, dan melakukan hal-hal yang dilakukan anak muda pada umumnya. Namun semua berubah.
            Kumohon pada kalian semua, tolong jangan beri tahu Niah, bahwa kini hatiku telah terbawa pada seseorang yang disana, gadis manis bernama Sephia. Kini, tiada lagi cinta yang tersisa buat Niah. Tiada lagi kehangatan pada setiap lembut belainnya. Tiada lagi rindu yang kurasa, saat tak bersua dengannya. Kini, hari-hariku hanya memikirkan Sephia. Aku mendekatinya, tak selama pendekatanku dengan Niah, memang. Tapi saat ini, aku benar-benar lebih bmenyuainya di bandingkan Niah.
 Tapi, setiap kali aku berusaha untuk meniggalkan  Niah, aku selalu di hinggapi rasa bersalah.  Ku acuhkan telponnya, tak kuhadiri janji jumpa dengannya. Berulang kali aku merangkai kata untuk meninggalkannya. Tapi tak bisa, raut wajahnya yang lugu senyum manisnya yang polos dan kenangan kami bersama selalu menghampiriku. Aku tak kuasa membuatnya bersedih, tak tega membuatnya berurai air mata.
            Sephia, kekasihku. Maaf, betapa pun aku mencintaimu, betapa pun aku merindumu, betapa pun akuk mendambamu, betapa pun aku mengharapmu, betapa pun aku menginginkanmu, kau tetap sebatas kekasih gelapku. Sekali lagi maaf, aku takkan sampai hati bila harus meninggalkan Niah, melukai Niah yang tlah lebih lama mengisi hatiku, yang lebih lama warnai hari-hariku. Semoga kau bisa melupakan ku cepat. Aku bukanlah kekasih sejatimu, karna kekasih sejatimu, takkan pernah sanggup untuk melupakanmu. Dan bila suatu saat nanti kita bertemu, jangan pernah kau panggil namaku. Kini aku akan bahagiakan Niah, mencintainya dan menjaganya. Takkan ada Sephia Sephia lain lagi, hanya Niah.
            Lama tak terdengar kabar, aku bertemu dengan LYLA, sahabat Sephia. Aku tak sudah terlanjur memanggilku. Kerinduan akan Sephia kembali hadir, memori-memori lama kembali tergambar jelas. Ah tidak, sejak aku meninggalkannya, aku hanya untuk Niah.
Aku mengahampirinya, sekedar bicara basa-basi. Ia menyodorkan sepucuk surat, surat dari Sephia. Ia selalu embawa surat ini, untuk diberikan padaku, tapi takk pernah bersua, mau telpon pun, aku tlah ganti nomor sejak saat itu.
“dari awal ku tlah sadari. Tak mungkin kuberharap lebih  padamu. Sejak awal, ku tlah mengerti, tak mungkin sepenuhnya kau ku miliki. Silahkan pergi, aku takkan nmenyesal, walau sakit hati. Aku kan baik-baik saja. Dan jika seandainya nanti kita bertemu, aku takkan memanggil namamu.”
Singkat dan jelas, bahwa dia benar akan melupakanku. Aku merasa lega, setidaknya aku tau ia akan, pasti melupakanku... duhai kekasih gelapku...
TAMAT

Ngahahahahaha..........
Ini adalah cerita dari 3 lirik lagu.,,
1.     Sephia – Sheila On 7
2.    Jangan Beri Tahu Niah – Sheila On 7
3.    Surat dari Sephia – Lyla


Berikut ane lampirkan lirik dari ke-3 lagu tersebut.....






                                     Sephia - Sheila On 7


Hey, Sephia
Malam ini ku takkan datang
Mencoba tuk berpaling sayang dari cintamu
Hey, SephiaMalam ini ku takkan pulang
Tak usah kau mencari aku, demi cintamu
Hadapilah ini
Kisah kita takkan abadi

Reff :
Slamat tidur kekasih gelapku oh Sephia…
Smoga cepat kau lupakan aku
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup
untuk melupakanmu
Slamat tinggal kasih tak terungkap oh Sephia…
Smoga kau lupakan aku cepat
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup
untuk meninggalkanmu

Hey, Sephia
Jangan pernah panggil namaku
Bila kita bertemu lagi di lain hari
Hadapilah ini
Kisah kita takkan abadi

http://lirik.kapanlagi.com/artis/sheila_on_7/sephia


                      Jangan Beri Tahu Niah - Sheila On 7

Tolong jangan beritahu niah
Bahwa kini tiada lagi cinta
Yang kurasa pada sentuhannya
Pada tiap buaiannya..

Tolong jangan beritahu niah
Bahwa kini hatiku terbawa..
Pada sesesorang di sana..
Pada satu cinta di sana..

Bagaimana lagi yang harus kukatakan
Bila aku tak mampu lagi berbohong untuk mencintainya
Lalu apa lagi yang harus kukatakan
Saat dia berjanji akan mencintai aku
Untuk selama-lamanya
Untuk selama-lamanya
Untuk selama-lamanya

Reff:
Takkan sampai hati bila ku pergi..
Meninggalkan niah melukai niah..
Apapun yang akan terjadi nanti..
Aku akan slalu ada disampingnya
Aku akan slalu merawat niah di sini

Semakin hari terbangun
Aku memikirkanmu..

http://lirik.kapanlagi.com/artis/sheila_on_7/jangan_beritahu_niah


                             Surat dari Sephia - Lyla

Dari awal ku tlah sadari
Tak mungkin ku berharap lebih dari ini
Sejak awal ku tlah mengerti
Tak mungkin sepenuhnya ku memilikimu

Hai .. kau yang bilang aku kekasih gelapmu
Silahkan pergi tak ku sesali ini ….

Dari awal ku tlah sadari
Tak mungkin ku berharap lebih dari ini
Ini hanya permainan hati
Antara hatimu dan hatiku

REFF :
Hai kau yang bilang aku kekasih gelapmu
Silahkan pergi ku baik-baik saja
Hai kau yg bilang aku ini sephiamu
Silahkan pergi tak ku sesali ini

Ku kan melupakan kamu
Takkan kusebut namamu bila nanti kita …
Bertemu kembali …..

Back to REFF

Kau tak perlu setia dihatiku
Sungguh ku pun tak pernah setia dihatimu
Kau tak perlu setia dihatiku
Sungguh ku pun tak pernah setia dihatimu

http://www.lintas.me/go/lirik-baru.blogspot.com/lirik-lagu-lyla-surat-dari-sephia-sds





Selasa, 09 Desember 2014

Organisasi Pemuda yang Pernah Diikuti


Suatu organisasi di bentuk karena mempunyai dasar dan tujuan yang ingin dicapai.Pencapaian tujuan bukan hanya kepuasan individual, tetapi kepuasan dan manfaat bersama.

Ekstra kurikuler juga adalah organisasi yang ada di lingkungan sekolah. Pada dasrnya organisasi bertujuan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi juga dapat membentuk kepribadian para anggotanya.

salah satu organisasi/ekstra kurikuler yang saya ikuti saat SMA adalah Tae Kwon DO. Bela diri asal negri gingseng, Korea. Dalam mengikuti kegiatan ini, selain di ajarkan ddalam uasaha membela diri, berupa pertarungan. Kami juga diajarkan mengenai kedisiplinan. 

Bagaimana tidak, jika kami telat, wallau cuma semenit, hukukmannya gawat vrohh.. Bayangin aja, lu bakal disuruh lari keliling lapangan bola, tak cuma sekali, 1 menit keterlambatan dihargai 1 keliling. bukan cuma itu, lu juga  bakal disuruh push up, sit up, back up dan terlebih yang lebih mengerikan, lu bakalan megang samsak. Lu bakalan menahan samsak yang ditenang oleh semua anggota, bahkan tendangan sabeumnim (pelatih). kita harus menghormati dan mengikuti instruksi dari seombaenim (senior tingkat).

Selain itu, kita juga di ajarkan kerja sama tim, saaat melakukan pomsae (peragaan jurus).DAn juga, saya mendapat teman dari mengikuti kegiatan ini, kebersamaan yang tak mungkin di dapat jika tak mengikuti kegiatan apa pun. Hal yang berkeasn adalah, meski adaa yang kalah saat pertandingan, tidak ada yang namanya meninggalkan. Semuanya saling memberi semangat.

Apa pun itu organisasinya, ikutilah (yang positif tapi,ya). kita akan mendapat  banyak manfaat. Menghargai waktu, saling percaya, bekerja sama, memnghargai orang lain, mendapat banyak teman, dan tentunya itu akan membentuk kepribadian kita.


Senin, 01 Desember 2014

Tangis di Kala Takbir



Takbir berkumandang
Allahu akbar.. Allahu Akbar..
Gema memecah sunyi pagi yg sepi
tetes demi tetes air mata membasahi pipi
kenapa??
Mengapa??
Harukah?? Sedihkah??
Aku memilih opsi ke-2
untuk kesekian kalinya,
ya kesekian kali aku tak bisa lebaran bareng keluarga,
tak bisa meminta maaf secara langsung
tak bisa bersua dengan keluarga
tak bisa memeluk mereka,
tak bisa rasakan hangatnya tangan mereka,


hanya bertemankan sepi

TERTAWA

Aku ingin tertawa
terbahak-bahak sampai ngakak
tapi, kenapa aku harus tertawa??
Apa yg kuketawai??
Ah, tau lah siapa hak, larang-larang aku
yang penting, aku tertawa

LEMAH

Aku melihatnya berjalan diderasnya hujan...
Dengan langkah cepat lagi mantap... 
ia berjalan menembus derasnya tetesan hujan...
Tanpa mempedulikan apa yang akan terjai pada tubuhnya nanti...

Ingin sekali ku menyapanya..
meneriaki nama indahnya...
Tuk sekedar mengajaknya berteduh.
Tapi, entah mengapa,
lidahku membisu,
tak bisa kugerakkan,
meski hanya sekedar menyapanya...

Hingga saat ini pun,
aku belum sanggup tuk menyapanya..
Aku hanya bisa memandanginya dari kejauhan...
Memalingkan wajah,
saat kedua pasang mata saling bertemu...

Biarkan Hujan

kau bilang kau suka hujan...
karna hujan mampu samarkan tangismu...
tapi mengapa saat hujan itu datang menghampiri...
kau malah berteduh, bersembunyikan payung...

mengapa tak kau biarkan saja hujan membasahi tubuhmu...

biarkan ia membasuh air matamu...
biarkan ia membawa pergi luka hatimu...
menyapu bersih kegundahanmu...

Senin, 24 November 2014

Tabuik Pariaman

Tabiuk Pariaman



Pariaman adalah nama salah satu kota yang terletak di pesisir pantai Samudera Hindia. berlokasikan di kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.Di Pariaman ada satu upacara adat yang selalu dilakukan setiap tahunnya sejak tanggal 1 muharam sampai dengan tanggal 10 Muharam. upacara tersebut dinamakan "Tabuik". Kata tabuik yang berasal dari bahasa Arab dapat mempunyai beberapa pengertian. Pertama, tabuik diartikan sebagai ‘keranda’ atau ‘peti mati’. Sedangkan, pengertian yang lain mengatakan bahwa tabuik artinya adalah peti pusaka peninggalan Nabi Musa yang digunakan untuk menyimpan naskah perjanjian Bani Israel dengan Allah.


Upacara Tabuik dilakukan untuk memperingati kematian cucu Rasulullah SAW, Saidina Husein bin Ali yang gugur dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Iraq tanggal 10 Muharam 61 Hijrah (681 Masehi). Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, tubuh Imam Husain yang sudah wafat dirusak dengan tidak wajar. Kepala Imam Husein dipenggal oleh tentara Muawiyah. Kematian Imam Husein diratapi oleh kaum Muslim terutama Muslim Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri.




Pembuatan Tabuik


Tabuik dibuat oleh dua kelompok masyarakat Pariaman, yakni kelompok Pasar dan kelompok Subarang. Kedua tempat tersebut dipisahkan oleh aliran sungai yang membelah Kota Pariaman. Kelompok Tabuik Pasar terdiri dari gabungan 12 desa yang ada di kota Pariaman, sementara kelompok Tabuik Subarang terdari dari gabungan 14 desa lainnya. Dahulu, selama berlangsungnya pesta tabuik selalu diikuti dengan perkelahian antara warga dari daerah Pasar dan Subarang. Bahkan, ada beberapa pasangan suami-isteri yang berpisah dan masing-masing kembali ke daerah asalnya di Subarang dan Pasar. Setelah upacara tabuik berakhir, suami-istri tersebut kembali berkumpul dalam satu rumah. Walaupun korban terluka parah dalam perkelahian, namun ketika acara berakhir mereka bersatu kembali, sehingga suasana kembali tenang dan damai seperti semula.

Tabuik dibuat secara bersama-sama dan melibatkan ahli budaya dan sejarah, serta tokoh masyarakat. Masyarakat berkelompok dan saling bahu-membahu untuk membuat Tabuik dan mengaraknya. Pembuatan tabuik ini memakan biaya puluhan juta rupiah.


Tabuik dibuat oleh kedua tempat ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian atas dan bawah yang tingginya dapat mencapai 15 meter. Bagian atas mewakili keranda berbentuk menara yang dihiasi dengan bunga dan kain beludru berwarna-warni. Sedangkan, bagian bawah berbentuk tubuh kuda, bersayap, berekor dan berkepala manusia berambut panjang. Kuda itu dibuat dari rotan dan bambu dengan dilapisi kain beludru halus warna hitam dan pada empat kakinya terdapat gambar kalajengking menghadap ke atas. Kuda tersebut adalah simbol Bouraq, kendaraan yang memiliki kemampuan terbang secepat kilat dan digunakan saat Isra' Miraj Nabi Muhammad Saw. Buraq dipercaya membawa Imam Hussein ke langit.

Bagian tengah Tabuik berbentuk gapura petak yang ukurannya makin ke atas makin besar. Pada gapura itu ditempelkan motif ukiran khas Minangkabau. Di bagian bawah dan atas gapura ditancapkan bungo salapan atau delapan bunga berbentuk payung dengan dasar kertas warna bermotif ukiran atau batik. Puncak Tabuik dihiasi payung besar yang dibalut kain beludru dan kertas hias yang juga bermotif ukiran. Di atas payung ditancapkan patung burung merpati putih. Kaki Tabuik terdiri dari empat kayu balok bersilang dengan panjang sekitar 20 meter. Balok-balok itu digunakan untuk menggotong dan menghoyak Tabuik yang dilakukan sekitar 100 orang dewasa.

Upacara Tabuik


Pesta Tabuik ini, dulu dikenal sebagai ritual tolak bala, yang diselenggarakan setiap tanggal 1-10 Muharram. Tabuik dilukiskan sebagai "Bouraq", binatang berbentuk kuda bersayap, berbadan tegap, berkepala manusia seperti wanita cantik, yang dipercaya telah membawa arwah Hasan dan Husein ke surga. Dengan dua peti jenazah yang berumbul-umbul seperti payung mahkota, tabuik tersebut memiliki tinggi antara 10-15 meter. Puncak Pesta Tabuik adalah bertemunya Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kedua tabuik itu dihoyak dengan ditingkahi alat musik tambur dan gendang tasa. Petang hari kedua tabuik ini digotong menuju Pantai Gondoriah, dan menjelang matahari terbenam, kedua tabuik dibuang ke laut. Dikisahkan, setelah tabuik dibuang ke laut, saat itulah kendaraan bouraq membawa segala arak-arakan terbang ke surga.

Dalam acara pesta adat Tabuik yang lamanya sekitar 10 hari (1-10 Muharam), ada beberapa tahap yang harus dilalui, yaitu berikut ini.
1) pembuatan tabuik;
2) tabuik naik pangkat yaitu menyatukan tiap-tiap bagian tabuik;
3) maambiak tanah yaitu mengambil tanah yang dilakukan pada saat adzan Magrib. Pengambilan tanah tersebut mengandung makna simbolik bahwa manusia berasal dari tanah. Setelah diambil, tanah tadi diarak oleh ratusan orang dan akhirnya disimpan dalam daraga yang berukuran 3x3 meter, kemudian dibalut dengan kain putih, lalu diletakkan dalam peti bernama tabuik;
4) maambiak batang pisang yaitu mengambil batang pisang dan ditanamkan dekat pusara;
5) maarak panja atau jari yaitu mengarak panja yang berisi jari-jari palsu keliling kampung. Maarak panja merupakan pencerminan pemberitahuan kepada pengikut Husein bahwa jari-jari tangan Husein yang mati terbunuh telah ditemukan;
6) maarak sorban yaitu membawa sorban berkeliling dn menandakan bahwa Husein telah dipenggal; serta
7) membuang tabuik yaitu membawa tabuik ke pantai dan dibuang ke laut.

Selama sepuluh hari (1-10 Muharam), digelar pula berbagai penampilan seni budaya anak Nagari Pariaman, yakni Rabab Pariaman, Gandang Tassa, Randai, Lomba Baju Kuruang, Puisi dan Tari Minang. Selain itu digelar bazar dan pameran aneka produk usaha kecil dan menengah serta komoditi ekspor dari Pariaman. Ratusan ribu pengunjung berdatangan selama pesta "Tabuik", baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

Pembukaan Pesta Tabuik ditandai Pawai Taaruf oleh ribuan pelajar dan masyarakat yang mengintari kota. Setelah Pawai Taaruf, pesta pun dimulai. Selama pesta yang lamanya 10 hari ada pertunjukan-pertunjukan lain, seperti Pawai tasawuf, pengajian yang melibatkan ibu-ibu dan murid-murid Tempat Pengajian Al Quran (TPA) dan madrasah se-Pariaman, grup drum band, tari-tarian, musik gambus, dan bahkan atraksi debus khas Pariaman. Menyertai acara pembukaan pada hari pertama juga digelar Festival Anak Nagari (permainan tradisional Pariaman), festival Tabuik Lenong dan diakhir pawai Muharam mengelilingi Kota Pariaman. Malam harinya digelar hiburan musik gambus di Lapangan Merdeka yang dihadiri ribuan penonton. Hari kedua, pembuatan Tabuik dimulai dengan pembuatan kerangka dasar Tabuik dari bahan kayu, bambu, dan rotan. Malam harinya, digelar kesenian tradisional "Randai". Hari ketiga pengerjaan kerangka dasar Tabuik dilanjutkan, sedangkan di lapangan digelar kesenian organ tunggal menampilkan penyanyi-penyanyi lokal. Tanggal 4 Muharram selain melanjutkan pembuatan kerangka dasar Tabuik juga mulai dipersiapkan pembuatan kerangka Bouraq dan malam harinya warga Pariaman dihibur dengan film layar tancap di lapangan Merdeka.

Tabuik merupakan keranda bertingkat tiga yang terbuat dari kayu, rotan dan bambu dengan tinggi mencapai 15 meter dan berat sekitar 500 kilogram. Bagian bawah dan atas Tabuik nantinya akan disatukan dengan cara bagian atas diusung secara beramai-ramai untuk disatukan dengan bagian bawah. Setelah itu, berturut-turut dipasang sayap, ekor, bunga-bunga salapan dan terakhir kepala. Untuk menambah semangat para pengusung Tabuik akan diiringi dengan musik gendang tasa. Gendang tasa adalah sebutan bagi kelompok pemain gendang yang berjumlah tujuh orang. Mereka bertugas mengiringi acara penyatuan tabuik (tabuik naik pangkat). Gendang ini ada dua jenis. Jenis pertama disebut tasa didiang. Jenis ini dibuat dari tanah liat yang diolah sedemikian rupa, kemudian dikeringkan. Tasa didiang ini harus dipanaskan sebelum dimainkan. Jenis gendang kedua adalah yang terbuat dari plastik atau fiber dan dapat langsung dimainkan. Setelah penyatuan tabuik selesai, kedua tabuik yang merupakan personifikasi dari dua pasukan yang akan berperang dipajang berhadap-hadapan.

Menjelang sore penyatuan tabuik (tabuik naik pangkat), dikerumuni ratusan ribu orang, kedua tabuik itu diarak keliling Kota Pariaman. Masing-masing tabuik dibawa oleh delapan orang pria. Menjelang senja, kedua tabuik dipertemukan kembali di Pantai Gondoriah. Pertemuan kedua tabuik di Pantai Gondariah ini merupakan acara puncak dari upacara tabuik, karena tidak lama setelah itu keduanya akan diadukan (sebagaimana layaknya perang di Karbala). Menjelang matahari terbenam kedua tabuik dibuang ke laut yaitu Pantai Gondoriah. Prosesi pembuangan tabuik ke laut merupakan suatu bentuk kesepakatan masyarakat untuk membuang segenap sengketa dan perselisihan antar mereka. Selain itu, pembuangan tabuik juga melambangkan terbangnya buraq yang membawa jasad Husein ke Surga. Pantai Gondoriah merupakan tempat yang popular di kota Pariaman dan saat prosesi pembuangan itu dijubeli oleh ribuan manusia.







Sumber :
http://www.indonesia.travel/id/destination/624/pariaman/article/59/tabuik-di-pariaman
http://www.youtube.com/watch?v=c0RcLdOm1Tg